Ketika Wi-Fi kantor bermasalah, dua hal yang biasanya langsung terjadi: menelepon penyedia internet, atau membeli router baru. Sering kali dua-duanya tidak menyelesaikan apa-apa, karena penyebabnya memang bukan di situ.
Empat hal berikut yang paling sering ditemukan pada jaringan kantor kecil — dan semuanya bisa diperiksa tanpa alat khusus.
1. Titik akses ditaruh di tempat yang salah
Router sering diletakkan di pojok ruangan, di dalam lemari, atau di lantai — biasanya karena di situlah kabel dari penyedia internet masuk. Padahal sinyal Wi-Fi menyebar ke segala arah dari perangkatnya, jadi menaruhnya di pojok berarti separuh jangkauannya terbuang ke tembok luar.
Yang bisa dicoba: pindahkan ke posisi yang lebih tengah dan lebih tinggi, minimal setinggi meja. Jauhkan dari benda logam, akuarium, dan microwave — ketiganya mengganggu sinyal jauh lebih besar daripada yang orang kira.
2. Kanal bertabrakan dengan tetangga
Di gedung perkantoran atau ruko yang berdempetan, puluhan jaringan Wi-Fi berebut kanal yang sama. Kalau kantor Anda dan tiga tetangga sama-sama memakai kanal 6 di frekuensi 2.4 GHz, semuanya jadi lambat.
Yang bisa dicoba: pasang aplikasi analisis Wi-Fi di ponsel Android untuk melihat kanal mana yang paling lengang, lalu ubah pengaturan router ke kanal itu. Di frekuensi 2.4 GHz, hanya kanal 1, 6, dan 11 yang benar-benar tidak saling tumpang tindih.
3. Perangkat lebih banyak daripada kemampuan router
Router kelas rumahan umumnya nyaman melayani sekitar 15–20 perangkat aktif. Kantor dengan 20 karyawan sebenarnya bukan 20 perangkat — tiap orang biasanya membawa laptop dan ponsel, ditambah printer, CCTV, dan mesin absensi. Angkanya cepat sekali menembus 50.
Yang bisa dicoba: hitung semua perangkat yang benar-benar terhubung. Kalau melewati 25, router rumahan memang sudah tidak memadai — yang dibutuhkan titik akses kelas bisnis, bukan router yang lebih mahal.
4. Perangkat kepanasan
Router yang menyala terus-menerus selama bertahun-tahun tanpa pernah dibersihkan akan tertutup debu, dan suhunya naik. Gejala khasnya: pagi hari lancar, menjelang siang mulai putus-putus, dan kembali normal setelah dimatikan sebentar.
Yang bisa dicoba: raba badan perangkat. Kalau terasa panas sampai tidak nyaman dipegang, bersihkan lubang ventilasinya dan pindahkan ke tempat yang lebih terbuka.
Kalau keempatnya sudah dicoba dan masih bermasalah
Berarti masalahnya ada di lapisan yang lebih dalam: pengaturan perangkat jaringan, kualitas kabel, atau memang kapasitas langganan internetnya. Di titik ini pengukuran langsung di lokasi jauh lebih berguna daripada menebak.