Untuk banyak usaha lokal, Google Business Profile mendatangkan lebih banyak calon pelanggan daripada websitenya sendiri. Profil ini yang mengisi kotak peta di bagian atas hasil pencarian — tempat yang dilihat orang lebih dulu sebelum menggulir ke daftar website.
Mendaftarnya gratis dan bisa dikerjakan sendiri. Berikut urutannya.
Langkah 1 — Siapkan datanya lebih dulu
Sebelum membuka formulir apa pun, kumpulkan dulu:
- Nama usaha persis seperti yang tertulis di papan nama atau dokumen resmi
- Alamat lengkap beserta patokan terdekat
- Nomor telepon yang benar-benar aktif dan diangkat
- Jam operasional tiap hari, termasuk hari libur
- Minimal lima foto: logo, tampak depan, suasana dalam, produk, dan tim
Menyiapkan ini di awal membuat sisa prosesnya jauh lebih cepat.
Langkah 2 — Daftar lewat akun Google usaha
Buka google.com/business, masuk memakai akun Google milik usaha Anda — bukan akun pribadi karyawan. Ini penting: kalau orang itu suatu saat keluar, akses profil ikut terbawa.
Isi nama, kategori, dan alamat. Untuk usaha yang mendatangi pelanggan dan tidak punya toko fisik, pilih opsi area layanan sehingga alamat tidak ditampilkan ke publik.
Langkah 3 — Pilih kategori dengan tepat
Kategori utama adalah salah satu penentu terkuat kapan profil Anda ditampilkan. Pilih yang paling spesifik menggambarkan usaha Anda, bukan yang paling luas.
Contoh: "Toko Roti" lebih tepat daripada "Restoran" kalau memang yang Anda jual roti. Kategori tambahan bisa diisi setelahnya, maksimal sembilan.
Langkah 4 — Selesaikan verifikasi
Google perlu memastikan usahanya benar-benar ada. Metodenya berbeda-beda: kartu pos ke alamat usaha, rekaman video, telepon, atau email. Google yang menentukan, bukan Anda.
Prosesnya biasanya 3–14 hari. Selama masa itu, jangan mengubah nama atau alamat — perubahan di tengah proses sering membuat verifikasi harus diulang dari awal.
Kesalahan yang paling sering bikin ditolak
Menyelipkan kata kunci ke dalam nama usaha. Menulis "Bengkel Motor Murah Terbaik Jakarta Selatan" padahal nama sebenarnya "Bengkel Jaya" melanggar aturan Google dan hampir pasti ditolak. Kalau sempat lolos pun, profilnya bisa ditangguhkan belakangan.
Alamat yang tidak konsisten. Penulisan alamat di profil harus sama persis dengan yang tertera di website dan direktori lain. "Jl." di satu tempat dan "Jalan" di tempat lain sudah cukup melemahkan kepercayaan Google terhadap data Anda.
Nomor telepon yang tidak diangkat. Untuk sebagian metode verifikasi, Google benar-benar menelepon. Nomor yang tidak aktif membuat prosesnya berhenti di situ.
Setelah profil aktif
Profil yang dibiarkan diam akan kalah dari pesaing yang aktif. Tiga kebiasaan yang paling berpengaruh:
- Membalas setiap ulasan, termasuk yang isinya keluhan
- Memperbarui jam operasional menjelang hari libur
- Menambahkan foto baru secara berkala
Ketiganya gratis dan tidak butuh keahlian teknis apa pun.